Alap-alap Cokelat, Brown Falcon (Falco berigora)

Alap-alap Cokelat, Brown Falcon (Falco berigora) – Burung alap-alap cokelat merupakan salah satu jenis burung pemangsa dari keluarga Falconidae dan Genus Falco. Burung yang dikenal dengan nama falco berigora dalam bahasa ilmiahnya atau brown falcon dalam bahasa inggrisnya merupakan salah satu jenis burung yang dapat dijumpai di daerah bagian timur Indonesia.

Ciri Fisik Alap-alap Cokelat, Brown Falcon (Falco berigora)

alap-alap coklat, brown falcon, falco berigora, cara melatih alap-alap cokelat, penyakit alap-alap cokelat, cara mengobati alap-alap cokelat, harga alap-alap cokelat terbaru perawatan harian

Burung alap-alap cokelat tergolong jenis burung berukuran kecil sampai sedang dengan panjang tubuh sekitar 40 sampai 50 cm. Alap-alap cokelat betina cenderung lebih besar dari jantan. Alap-alap ini memiliki sayap yang lebih lebar dan kaki yang lebih panjang dibandingkan dengan spesies alap-alap lainnya. Saat terbang, sayap mereka yang bergerak lambat disapu ke atas. Ekornya membulat.

Burung alap-alap cokelat memiliki bulu berwarna cokelat yang berbeda dengan bagian bawah yang lebih pucat. Bulu bagian atas mulai dari terang / pucat hingga coklat sangat tua. Bulu bagian bawah biasanya berwarna kekuningan atau krem ​​pucat. Burung yang lebih pucat biasanya ditemukan di Australia tengah dan bentuk yang lebih gelap terjadi di utara tropis.

Kepala biasanya berwarna merah-coklat dengan garis-garis berwarna hitam sempit di bawah mata. Kepala bagian atas berwarna terang dan dagu putih pucat. Sayapnya berwarna merah kecoklatan.

Mata berwarna coklat dengan sedikit warna biru di sekitar tepi. Paruhnya berwarna biru muda hingga abu-abu dengan ujung hitam. Tungkai dan kakinya kebiruan.

Burung Remaja:
Remaja menyerupai burung dewasa berbulu gelap, tetapi memiliki wajah, tenggorokan, dan tengkuk (belakang leher) berwarna kuning kekuningan, dan batas ekor kurang jelas.

Penyebaran dan Ras

Secara global, alap-alap cokelat tersebat yang meliputi antara Australia dan Papua Nugini dan termasuk Indonesia khususnya daerah Papua. Burung Alap-alap cokelat terdapat empat subspesies yang dikenali dengan penyebaran berbeda yaitu :

  • Falco berigora berigora (Vigors and Horsfield, 1827) – Australia dan Tasmania bagian timur, tengah, dan utara.
  • Falco berigora novaeguineae (AB Meyer, 1894) – Papua Nugini bagian tengah dan timur serta pesisir utara Australia.
  • Falco berigora occidentalis (Gould, 1844) Australia Barat Daya dan Barat-tengah.
  • Tasmanian Brown Falcon(Falco berigora tasmanica – Mathews, 1916) Tasmania dan pulau-pulau terdekat

Suara Alap alap Cokelat

Panggilan mereka digambarkan sebagai kokok yang parau, cackle, chatters dan pekikan; atau sebagai vokalisasi terkekeh keras yang sering diucapkan.

Habitat dan Kebiasaan

Habitat yang disukai adalah padang rumput terbuka dan area pertanian, dengan pepohonan yang digunakannya untuk bertengger dengan ketinggian yang mencapai 1800 mpl. Burung mungkin tinggal di area yang sama sepanjang tahun atau mungkin bergerak secara lokal sebagai respons terhadap perubahan kondisi. Burung yang lebih pucat biasanya diasosiasikan dengan daerah pedalaman, tetapi semua varietas warna tersebar di seluruh wilayah.

Mereka biasanya bertengger tersembunyi sampai mereka melihat dan menjatuhkan mangsanya. Mereka mungkin juga melayang atau meluncur saat berburu hewan mangsa. Serangga biasanya ditangkap di tanah atau mengikuti kawanan belalang dan menangkap serta memakannya di sayap (dalam penerbangan). Anak ayam sering kali diambil dari sarangnya. Mereka juga mengikuti hewan ternak dan kebakaran rumput untuk menangkap mangsa yang memerah. Mereka mungkin juga mencuri mangsa dari burung pemangsa lainnya.

Makanan

Akap alap cokelat kebanyakan memakan burung kecil (termasuk ayam peternakan), sering diambil dari tanah; serta mengambil hewan pengerat kecil, kadal dan ular. Mereka juga akan mengambil mamalia kecil (tikus, tikus, hingga seukuran kelinci muda), reptil, ikan, serangga besar, seperti ulat, belalang, jangkrik dan kumbang, dan bangkai (road kill, dll).

Reproduksi

sarang burung elang, cara melatih elang, makanan elang, harga elang terbaru

Burung alap alap cokelat biasanya hanya berkembang biak setahun sekali – namun, mereka mungkin tidak berkembang biak sama sekali selama musim kemarau atau menghasilkan kopling kedua ketika kondisi optimal. Kebanyakan sarang diamati antara Juni hingga November di selatan dan April hingga Juni di bagian utara wilayah jelajahnya.

Baca juga : Alap-alap erasia, Common Kestrel (Falco tinnunculus)

Sarang mereka biasanya terletak sekitar 13,12 – 98,5 kaki (4 – 30 meter) di atas tanah, dan ditemukan di pepohonan yang terletak di sepanjang aliran air. Sarang sering digunakan kembali selama beberapa tahun.

Telur kopling rata-rata terdiri dari 2 – 3 telur (terkadang sebanyak 5). Telur ditutupi dengan bercak dan bercak merah dan coklat dan berbentuk oval, berukuran sekitar 33 – 51 mm.

Telur diinkubasi selama sekitar 33 hari dan fledge muda (meninggalkan sarang) 36 – 42 hari kemudian.

Status

Elang ini termasuk jenis burung yang berada dalam daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC) dengan status burung apendix II sesuai PP No. 7/1999. Burung apendix II dalam perdagangan internasional dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu.

Bagaimanan Cara Merawat Alap-alap cokelat?

Sebelum memutuskan untuk merawat Alap-alap cokelat, kami sarankan untuk mempertimbangkan beberapa hal. Selain burung ini tergolong burung yang dilindungi, anda harus siap mengalami cedera seperti luka akibat cengkraman cakar dalam merawat jenis burung alap-alap.

Selain itu, anda harus memahami karakter dari burung pemangsa itu sendiri dan butuh biaya yang tidak sedikit dalam merawat alap-alap ini. Yang tidak kalah pentingnya adalah memenuhi kebutuhan yang diperlukan dalam merawat burung ini seperti perlengkapannya

Perlengkapan

falconry equipment, perlengkapan falconry, istilah falconry, glove falconry, kebutuhan falconry, cara merawat elang, cara merawat alap-alap, harga elang, harga alap-alap

Burung alap alap ini sebaiknya tak ditempatkan dalam kandang karena di alam bebas mereka terbiasa memangsa. Tempatkan mereka di luar kandang dengan dibuatkan tangkringan untuk tempat mereka bertengger. Agar tidak lepas, berikan semacam semacam tali di kakinya yang di kaitkan ke tangkringan tersebut.

Baca juga : Istilah Falconry

Jenis makanan Alap-alap cokelat

Seperti yang sudah disinggung, dalam merawat Alap-alap cokelat membutuhkan biaya yang tidak sedikit seperti kebutuhan makanan yang dibetikan. Dalam memberikan makanan, hindarilah memberikan jenis makanan yang berbau bahan kimia seperti ayam pedaging dan juga makanan yang bukan yang semestinya

Selain memberikan makanan yang baik, jangan lupa untuk memberikan vitamin untuk burung pemangsa dan minyak ikan setidaknya satu minggu sekali

Dimana Untuk Mendapatkan alap alap cokelat?

Untuk mendapatkan burung pemangsa ini banyak yang dapat di lakukan mulai dari menjebak, mengambil anakan Alap-alap cokelat sampai membeli alap-alap ini ke penjual. Lantas berapa harga Alap-alap cokelat?

Berapa harga Alap alap cokelat?

Untuk menjawab pertanyaan di atas bahwa harga Alap-alap cokelat kami yang memiliki harga yang tidak sama, baik harga Alap-alap cokelat juvenile alias remaja atau harga Alap-alap cokelat brancher alias anakan maupun Alap-alap cokelat real hunting.

Namun untuk harga alap alap cokelat untuk usia brancher alias harga alap-alap cokelat anakan sekitar Rp. 1.500.ooo ribbuan.

Kapan mulai melatih Alap-alap cokelat?

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa merawat burung ini tidaklah semudah membalikkan tangan, karena burung ini perlu dilatih agar tidak menghilangkan sifat alaminya sebagai burung pemangsa.

Hal tersebut diperlukan jika suatu saat burung ini perlu di lepas lagi ke alam untuk menjaga populasi dari burung ini. Untuk memulai melatih alap-alap ini, mulailah sejak masih anakan untuk membunuh mangsa.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Ciri Fisik Alap-alap Cokelat, Brown Falcon (Falco berigora)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *