Analisa dan Cara Ternak Ulat Jerman Untuk Pemula

Makanan dianggap telah habis ketika warna makanan sudah terlihat berwarna kehitam-hitaman, berarti itu adalah kotoran ulat jerman, maka perlu ditambahkan makanan di masing-masing kotak dengan 2 ons makanan saja, karena lebih baik menambahkan pada waktu berikutnya daripada kelebihan. Jika dianggap kotoran sudah cukup banyak, maka sebaiknya segera dikurangi dengan cara mengayak kotoran terlebih dahulu dari ulatnya, dan mengembalikan kotoran kedalam kotak dengan maksimal kotoran 2 ons saja. Kotoran ini harus tetap ada pada masing-masing kotak, karena ulat jerman akan merasakan bahwa tempat / kotak yang ditempati ulat adalah habibatnya.

Mengenai kotoran yang sudah tidak digunakan lagi sebaiknya dikumpulkan dalam zak atau media apapun karena pada dasarnya kotoran ulat jerman ini dapat dimanfaatkan untuk media pupuk organik, sehingga bisa dimanfaatkan untuk tanaman yang dimiliki seperti jeruk, padi, cengkeh, bunga dan sebagainya.

Pemisahan telur ternak ulat jerman

Pemisahan telur kumbang jerman dari kumbang jerman dilakukan maksimal 15 hari produksi, untuk selanjutnya pemisahan telur yang sudah menjadi ulat jerman pada usia 1 bulan, dimana setiap kotak ukuran 40 x 60 cm dibagi menjadi dua kotak, dan pemisahan yang berikutnya ketika ulat jerman telah berusia 2 bulan setiap kotak ulat jerman dibagi menjadi dua kotak lagi.

Untuk setiap kali pemisahan sebaiknya menggunakan alat penyaring / ayakan dengan ukuran yang disesuaikan, dan sedapat mungkin ukuran ulatnya memiliki besar yang sama.

Pembesaran Ternak Ulat Jerman.

Jika memungkinkan sebaiknya lokasi bertelurnya Kumbang terpisah dengan lokasi pembesaran ulat Jermannya, hal ini sebagai antisipasi jika terdapat virus pada ulat jermannya tidak sampai mengganggu aktivitas kumbang jerman untuk bertelur. Dan pada awal beternak sebaiknya lokasi, rak, kotak ternak ulat jerman maupun kumbang harus steril dari berbagai kemungkinan virus, kuman dan semacamnya dengan cara menyemprot dengan bahan pembunuh kuman yang dianggap baik dan dilakukan sebulan sekali.

Sirkulasi Udara Ternak Ulat Jerman

Sirkulasi udara dalam ruangan tempat ternak ulat jerman seyogyanya cukup bebas, sehingga dapat memberikan temperatur yang jauh lebih normal. Namun demikian perubahan cuaca yang ekstrem saat ini harus pula disikapi dengan kewaspadaan yang tinggi, misalnya dengan menempatkan alat temperatur untuk mengetahui suhu udara di lokasi dan perlu pula disiapkan alat penggerak udara ( kipas angin ).

Bac juga : Analisa dan Cara Ternak Jangkrik Untuk Pemula Agar Sukses

Keuntungan bisnis ternak ulat jerman

Keuntungan bila Anda memilih terjun dalam peluang bisnis ternak ulat jerman ini yakni merupakan bisnis peternakan ulat yang menguntungkan. Sebab ulat jerman merupakan makanan hewan ternak yang paling banyak di cari.

Kekurangan ternak ulat jerman

Segi kekurangan bisnis ternak ulat jerman ialah ternak ulat jerman memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan ketat.

Analisa bisnis ternak ulat jerman

Peralatan Harga
pembuatan kandang ulat jerman Rp. 1.825.500
pengadaan kumbang pembibitan Rp. 1.732.500
pembuatan media ulat jerman Rp. 321.400
kotak Rp. 129.500
pembersih kandang Rp. 52.800
pembuatan rak kayu Rp. 761.000
terpal dan timba Rp. 78.500
timbangan Rp. 168.200
selang dan hand sprayer Rp. 71.900
Peralatan tambahan yang lainnya Rp. 58.400
Jumlah Investasi Rp. 5.199.700
Biaya Operasional per Bulan
Biaya Tetap Nilai
Penyusutan pembuatan kandang ulat jerman 1/62 x Rp 1.825.500 Rp. 29.444
Penyusutan pengadaan kumbang pembibitan 1/62 x Rp. 1.732.500 Rp. 27.944
Penyusutan pembuatan media ulat jerman 1/62 x Rp 321.400 Rp. 5.184
Penyusutan kotak 1/44 x Rp 129.500 Rp. 2.943
Penyusutan pembersih kandang 1/44 x Rp. 52.800 Rp. 1.257
Penyusutan pembuatan rak kayu 1/62 x Rp 7610.00 Rp. 12.274
Penyusutan terpal dan timba 1/44 x Rp. 78.500 Rp. 1.784
Penyusutan timbangan 1/62 x Rp. 168.200 Rp. 2.713
Penyusutan selang dan hand sprayer 1/44 x Rp. 71.900 Rp. 1.634
Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp. 58.400 Rp. 1.327
gaji karyawan Rp. 1.600.000
Total Biaya Tetap Rp. 1.686.504
Biaya Variabel
pakan ulat Rp. 28.000 x 30 = Rp. 840.000
karung Rp. 6.500 x 30 = Rp. 195.000
alat habis pakai Rp. 11.500 x 30 = Rp. 345.000
pakan tambahan Rp. 9.500 x 30 = Rp. 285.000
vaksin atau obat Rp. 24.000 x 30 = Rp. 720.000
BBM Rp. 21.500 x 30 = Rp. 645.000
alat lainnya Rp. 12.500 x 30 = Rp. 375.000
air dan listrik Rp. 23.500 x 30 = Rp. 705.000
Total Biaya Variabel Rp. 4.110.000
Total Biaya Operasional
Biaya tetap + biaya variabel = Rp. 5.796.504
Pendapatan per Bulan
12 ons x Rp. 25.000 = Rp. 300.000
Rp. 300.000 x 30 hr = Rp. 9.000.000
Keuntungan per Bulan
Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
Rp. 9.000.000 5.796.504 = Rp. 3.203.496
Lama Balik Modal
Total Investasi / Keuntungan = Rp. 5.199.700 : 3.203.496 = 2 bln

Dari analisa di atas dapat disimpulkan apabila bisnis ternak ulat jerman sangat menguntungkan dimana modal Rp 5.199.700 dengan kentungan per bulan Rp 5.199.700 dan balik modal dalam 2 bulan.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat tentang Analisa dan Cara Ternak Ulat Jerman Untuk Pemula Agar Sukses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *