Bentet Kelabu, Long-tailed Shrike (Lanius Schach)

Bentet Kelabu, Long-tailed Shrike (Lanius Schach) – Burung bentet merupakan salah satu jenis burung kicau dari keluarga Laniidae dan Genus Lanius. Burung yang memiliki nama ilmiah lanius schach atau long-tailed shrike ini juga dikenal dengan sebutan cendet,  pentet taupun toet. Namun cendet kelabu yang paling bagus menurut para pecinta burug kicau khusunya cendet adalah burung cendet madura yang juga dikenal dengan cendet gondrong atau cendet kepala blangkon.

Bentet kelabu dari madura alias cendet gondorong merupakan salah satu jenis burung cendet yang paling diminati dan dicari oleh kalangan cendet mania, karena burung cendet atau pentet atau toet madura dipercaya memiliki banyak kelebihan baik dari segi fisik, mental, kecerdasan, maupun suara. Sehingga tak heran jika burung cendet kepala hitam disebut dengan burung cendet super. Bagi para pemain burung cendet lomba akan berani membayar burung cendet kepala hitam dengan harga yang lebih tinggi dari jenis burung cendet lainnya, bahkan jika burung cendet madura tersebut sudah berprestasi taraf nasional dan sudah memiliki banyak piagam karena memenangkan banyak lomba, maka harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Ciri-ciri Bentet Kelabu, Long-tailed Shrike (Lanius Schach)

bentet kelabu, long-tailed shrike, lanius schach, cendet madura, cendet kepala blankon, cendet gondrong, ciri-ciri cendet jantan, ciri-ciri cendet jantan anakan

Burung bentet kelabu ataupun cendet madura memiliki panjang tubuh sekitar 20 sampai 25 cm dengan berat tubuh sekitar 50 sampai 53 gram (terbesar) dan 33 sampai 42 gram (terkecil). Warna bulu cendet kelabu terdiri dari warna hitam, coklat dan putih serta mempunyai ekor yang cukup panjang. Pada dahi, topeng, dan ekornya berwarna hitam, sayapnya paduan hitam dengan bintik putih, mahkota dan tengkuknya abu – abu agak gelap. Pada punggung, tunggir dan sisi tubuhnya berwarna coklat agak kemerahan. Sedangkan pada dagu, tenggorokan, dada, dan perut tengah putih.

Pada burung bentet kelabu yang masih muda perbedaan terlihat pada warna bulunya lebih buram dengan pola garis pada sisi tubuh, punggung, kepala, dan tengkuk lebih abu – abu. Warna iris matanya coklat, paruh dan kaki hitam.

Habitat dan Kebiasaan

Bentet Kelabu lebih sering mengunjungi daerah yang terbuka seperti padang rumput, perkebunan, dan daerah terbuka lain. Hinggap pada tenggeran dahan yang rendah, mendadak menyambar serangga yang terbang, tetapi lebih sering menyambar belalang dan kumbang di atas permukaan tanah.

Bentet kelabu biasanya bertengger di ujung gelagah tinggi atau ranting pohon di  padang rumput terbuka, persawahan maupun tepi hutan yang memiliki tegakan pohon untuk mengintai mangsanya. Di tempat yang tinggi, bentet kelabu dapat dengan mudah mengintai gerak-gerik mangsanya. Umumnya, burung bentet madura lebih memilih mangsa yang berada di atas tanah dibanding yang terbang.

Selanjutnya, ketika mangsa tersebut lengah, burung bertopeng hitam ini akan menyambar dan membawa mangsanya ke tempat dia bertengger. Tak jarang bentet kelabu menancapkan mangsanya di ranting berujung runcing atau duri besar lalu menguliti dan menyantapnya sedikit demi sedikit.

Pesebaran dan jenis bentet kelabu

Burung kelabu termasuk jenis burung penetap yang populasinya masih cukup banyak tersebar di beberapa daerah Indonesia. Terdapat sepuluh sub-spesies jenis burung betet kelabu dengan pesebaran berbeda yaitu :

  1. L. s. erythronotus (Vigors, 1831) – Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Kirgistan, Tajikistan, Afghanistan dan Pakistan, India samapi ke Iran.
  2. L. s. caniceps (Blyth, 1846) – Semenanjung India dan Sri Lanka.
  3. L. s. schach (Linnaeus, 1758) – Cina, Taiwan dan Vietnam
  4. L. s. tricolor (Hodgson, 1837) – Nepal, India, Myanmar, China, Laos dan Thailand.
  5. L. s. longicaudatus (Ogilvie-Grant, 1902) – Thailand, Laos, kemungkinan juga di Myanmar
  6. L. s. bentet (Horsfield, 1821) – Semenanjung Melayu, Sumatra, Jawa, Kalimantan Tenggara, Bali dan Sunda Kecil sampai ke Timor Leste
  7. L. s. nasutus Scopoli, 1786 – Filipina (kecuali Palawan dan Sulu) dan Kalimantan.
  8. L. s. suluensis (Mearns, 1905) – Filipina
  9. L. s. stresemanni (Mertens, 1923) – Papua Nugini

Suara Cendet Madura Gacor

Suara burung bentet atau suara burung cendet madura memiliki suara yang kasar, menjerit atau menyalak, digambarkan sebagai “scha-scha-scha-schi, schi, schi”.  Mereka mampu menirukan suara dari banyak spesies disekitarnya.

Baca juga : 33 Jenis Burung Cendet Lengkap dengan Gambar

Makanan Bentet Kelabu

Bentet kelabu memangsa dan menyantap hewan lain, seperti beragam serangga seperti belalang, jangkrik, kumbang, hingga kadal, kodok dan burung lain. Jenis burung yang kerap menjadi mangsa burung ini antara lain bondol, perenjak, dan manyar

Reproduksi Bentet Kelabu

Masa reproduksi bentet madura sekitar bulan mei sampai agustus. Sarang burung bentet kelabu berbentuk seperti cawan yang kuat, tampak tidak rapih, tersusun dari batang rumput, serat dan akar halus. Telurnya berwarna putih ada bercak abu – abu dan coklat, berjumlah sekitar 2 samai 3 butir yang diinkubasi/dierami oleh Jantan dan Betina selama sekitar 13 sampai 16 hari.

Kesimpulan

Meskipun jenis burung bentet kelabu cukup banyak, namun yang paling diminati oleh para kicau mania adalah burung bentet dari madura alias cendet madura yang dikenal juga dengan cendet kepala blangkon atau cendet gondrong. Dan perawatan harian cendet agar cepat gacor hampir sama dengan perawatan jenis burung pemakan serangga lainnya

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Bentet Kelabu, Long-tailed Shrike (Lanius Schach)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *