Cucak Rawa, Straw-headed Bulbul (Pycnonotus Zeylanicus)

Cucak Rawa, Straw-headed Bulbul (Pycnonotus Zeylanicus) – Cucak rawa merupakan salah satu jenis burung kicau dari keluarga Pycnonotidae dan genus Pycnonotus ini tidak hanya dikenal karena suara cucak rawa yang merdu tapi namanya juga dibawakan dalam sebuah lagu. Burung yang memiliki nama ilmiah Pycnonotus Zeylanicus atau dalam bahasa inggrisnya Straw-headed Bulbul juga memiliki beberapa nama berbeda seperti cucak rowo (jawa), cangkurawah (Sunda), dan barau-barau (Melayu).

Cucak Rawa, Straw-headed Bulbul (Pycnonotus Zeylanicus)

cucak rawa, straw-headed bulbul, pycnonotus zeylanicus, cucak rowo, suara cucak rowo, harga cucak rowo, cucak rowo gacor dan rajin bunyi

Burung cucak rawa tergolong jenis burung kicau berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 28 sampai 29 cm dengan berat tubuh sekitar 80 sampai 93 gram. warna bulu di bagian atas kepalanya berwarna jingga kekuningan seperti warna jerami, dagu hingga ke tenggorokannya tampak berwarna putih keabu-abuan, di bagian leher dan dadanya terdapat warna putih yang berpadu dengan warna hitam seperti coretan vertikal ke bawah, sedangkan warna abu-abu di bagian perutnya. Iris matanya terdapat warna kuning tua seperti kemerahan, paruhnya berukuran pendek dan berwarna hitam, punggungnya tampak berwarna coklat zaitun yang bercoretkan garis-garis putih yang vertikal, dan sayapnya berwarna coklat kehijauan, serta ekornya berukuran sedang yakni 9 cm.

Penyebaran

Cucak rawa tersebar di Asia Tenggara meliputi Myanmar, Thailand, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Di Indonesia burung cucakrowo dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Namun keberadaan burung pengicau ini di Jawa, dan Thailand sudah sangat sulit ditemukan.

Suara cucak rawa

Suara cucak rawa tergolong agak keras dengan kualitas volume suara yang cukup jelas. Irama suara cucak rawa cenderung sudah baku dengan alunan suara yang terdengar jernih, dan umumnya saling bersahut-sahutan dengan kawanan burung cucak rawa yang lain ketika sedang berada di hutan. Dan juga karakteristik suara cucak rawa tersebut sangat berbeda dengan kicauan burung merbah dan burung cucak jenis lain.

Dapatkan : Suara Burung Madu Hitam Gacor Untuk Masteran Burung

Habitat dan Kebiasaan

Burung cucak rawa menyukai habitat hutan sekunder dan pinggir hutan yang berdekatan dengan lahan basah seperti sungai, rawa hingga hutan bakau yang berda di daerah dataran rendah hingga ketinggian 1.600 mdpl. Termasuk burung yang pemalu dan sering bersembunyi di balik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas.

Makanan

Sedangkan makanannya di alam liar lebih sering menyantap berbagai jenis serangga, buah-buahan kecil, dan siput air.

Reproduksi

Pada saat musim kawin tiba, yaitu menjelang musim penghujan sekitar bulan Juli sampai dengan bulan September, pasangan dewasa akan mulai membuat sarang secara bersama-sama. Untuk menghindari gangguan dari musuh alami atau manusia, burung ini biasanya membuat sarang pada pucuk ranting yang tinggi atau pada ranting yang kering. Sarang biasanya dibuat dari ranting-ranting kecil dan rumput-rumput kering, yang dibentuk menyerupai mangkok. Setelah sarang selesai dibuat, tiba saatnya burung betina akan bertelur antara 2 sampai 4 butir, tetapi biasanya hanya 2 telur saja.

Selama kurang lebih 2 minggu, telur-telur ini akan dierami oleh induknya secara bergantian. Setelah menetas, secara bergantian pula, induknya akan menyuapi anak-anaknya. Pada saat umur 3 bulan, anak Cucak Rawa mulai diajak keluar sarang untuk belajar terbang agar dapat mencari makan sendiri. Telur yang berhasil menetas biasanya terdiri atas jantan dan betina.

Kakarter

Berdasarkan karakternya, cucak rawa tergolong ke dalam burung semi fighter atau bukan burung petarung murni. Burung ini termasuk burung yang sulit beradaptasi pada lingkungan yang baru. Disamping itu, burung ini mudah kaget apabila disekitarnya ada sesuatu yang mengganggu ketenangannya. Mereka memiliki tingkat stres yang tinggi, bahkan dalam kondisi tertentu burung ini mudah panik dan stres apabila merasa terancam. Istimewanya, burung ini akan menjadi jinak ketika diberikan perlakuan dan perawatan yang baik oleh manusia.

Populasi

Populasi dari burung cucak rowo sendiri sedang mengalami degradasi atau penipisan di habitat aslinya. Yang mana terjadi perburuan secara terus menerus dan juga banyaknya terjadi penebangan hutan secara liar sehingga mengakibatkan populasinya kian waktu semakin sedikit. Bahkan di Jawa sendiri populasi dari burung cucak rowo sudah sangat sulit diketemukan di alam liar. Sehingga hal ini membutuhkan kesadaran bagi kita semua untuk bijak dalam memperlakukan hewan agar jangan terus menerus diburu melainkan harus dilestarikan dan dibudidayakan sendiri.

IUCN pada tahun 2014 menyatakan cucak rawa dalam status rentan (vulnerable). Sedangkan pada tahun 1998, Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora (CITES) menyatakan cucak rawa termasuk dalam kategori Appendix II yaitu jenis burung yang perlu diatur dan dibatasi perdagangannya, serta perdagannya hanya diperbolehkan dari hasil penangkaran (breeding).

Pada tanggal 29 Juni 2018, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya telah menandatangani Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Pada peraturan baru ini terdapat 921 jenis tumbuhan dan satwa dalam status dilindungi, termasuk diantaranya 563 jenis burung. Berdasarkan lampiran tersebut, burung jalak suren (Gracupica jalla), kucica hutan atau dikenal juga sebagai murai batu (Kittacincla malabarica), dan cucak rawa ditetapkan sebagai jenis burung yang dilindungi.

Baca juga : Anis Bentet Kecil, Little shrikethrush (Colluricincla Megarhyncha)

Namun baru dua bulan Permen LHK 20/2018 ini berjalan, lampiran dalam peraturan tersebut direvisi melalui Permen LHK 92/2018 dan mengeluarkan murai batu, cucak rawa, jalak suren, anis bentet kecil dan anis bentet sangihe dari daftar jenis burung yang dilindungi.

Kesimpulan

Meskipun populasi cucak rowo di alam liar terus mengalami penurunan akibat perburuan liar dan penebangan hutan yang terus dilakukan, burung ini dapat terselamatkan dengan penangkaran yang dilikukan oleh para pecinta burung kicau

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Cucak Rawa, Straw-headed Bulbul (Pycnonotus Zeylanicus)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *