Elang Bondol, Brahminy Kite (Haliastur indus)

Elang bondong (Brahminy kite) meruapakan salatu satu jenis burung pemangsa berukuran sedang dari keluarga Accipitridae dan Genus Haliastur. Elang bondol juga di kenal dengan sebutan elang laut selain elang laut perut putih alias elang WBSE para falconry menyebutnya. Elang ini disebut dengan Brahminy kite dalam bahasa inggrisnya dan Haliastur indus dalam bahasa ilmiahnya.

 

Elang Bondol, Brahminy Kite (Haliastur indus)

Elang Bondol Brahminy Kite, Haliastur indus, harga elang bondol, cara melatih elang, cara merawat elang, harga elang bk

Elang bondol memiliki ukuran tubuh antara 44–52 cm dari ujung paruh sampai ujung ekor dan rentang sayap berkisar 110-125 cm dengan berat tubuhnya mencapai sekitar 409–650 gram untuk elang bondol jantan. Pada umumnya, jenis burung pemangsa kelamin betina memiliki ukuran dan berat tubuh lebih besar dibandingkan jantan yakni sekitar 434–700 gram. Elang ini memiliki sayap yang lebar dengan ekor pendek dan membulat ketika membentang. Bagian kepala, leher dan dada berwarna putih, sisanya berwarna merah bata pucat, bagian ujung bulu primer berwarna hitam, dan tungkai berwarna kuning. Pada individu anak secara keseluruhan berwarna coklat gelap, pada beberapa bagian bergaris-garis putih mengkilap.

Baca juga : Elang Laut Dada Putih, White-bellied sea eagle (Haliaeetus leucogaster)

Pesebaran dan Jenis Elang Bondol

Daerah pesebaran jenis elang ini dapat ditemukan di India, Cina selatan, Asia tenggara, Indonesia, Australia. Sedangkan di Indonesia sendiri penyebarannya ada di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua yang dapat ditemukan di daerah pedalaman. Di Kalimantan sendiri, elang bondol dapat di temui di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Keberadaan elang bondol disana melimpah. Burung pemangsa ini pertama kali dideskripsikan oleh ahli ornitologi Prancis Mathurin Jacques Brisson pada tahun 1760 sebagai l’Aigle Pondicery, dan diberikan bahasa Latin binomial Aquila pondiceriana. Naturalis Belanda Pieter Boddaert pertama kali menggunakan nama Falco indus pada 1783.

Terdapat empat sub-spesies yang dikenali dengan peyebaran berbeda, antara lain :

  • Brahminy Kite (nominate) (Haliastur indus indus – Boddaert, 1783) : Pakistan, India and Sri Lanka (melalui asia tenggara)
  • Brahminy Kite (intermedius) (Haliastur indus intermedius – Blyth, 1865) : Semenanjung Malaysia, dan di Sunda Besar dan Kecil, Sulawesi, Filipina, dan Kepulauan Sula
  • Brahminy Kite (girrenera) (Haliastur indus girrenera – Vieillot, 1822) : Kepulauan Maluku, Papua nugini, Kepulauan Bismarck, dan pesisir utara Australia
  • Brahminy Kite (flavirostris) (Haliastur indus flavirostris – Condon and Amadon, 1954) : Pulau solomon

Suara elang bondol

Jeritan meringkik “iiuw-wir-r-r-r-r” saat terbang berpasangan. Memekik keras “piiiii-yah” ketika mengejar pendatang yang memasuki daerah teretori.

Kebiasaan

Biasanya sendirian, tetapi di daerah yang makanannya melimpah dapat membentuk kelompok sampai 35 individu. Ketika berada di sekitar sarang, sesekali memperlihatkan perilaku terbang naik dengan cepat diselingi gerakan menggantung di udara, kemudian menukik tajam dengan sayap terlipat dan dilakukan secara berulang-ulang. Terbang rendah di atas permukaan air untuk berburu makanan, tetapi terkadang juga menunggu mangsa sambil bertengger di pohon dekat perairan, dan sesekali terlihat berjalan di permukaan tanah mencari semut dan rayap. Menyerang burung camar, dara laut, burung air besar, dan burung pemangsa lain yang lebih kecil untuk mencuri makanan.

Makanan:

Sangat bervariasi. Di perairan diantaranya memakan kepiting, udang, dan ikan; juga memakan sampah dan ikan sisa tangkapan nelayan. Di daratan memangsa burung, anak ayam, serangga, dan mamalia kecil.

Elang bondol juga memakan bangkai dari sisa-sisa makanan dan sampah sehingga burung ini cukup umum ditemukan di sekitar pelabuhan dan pesisir tempat pengolahan ikan. Walaupun sering memakan bangkai, elang ini bukanlah pemangsa yang pasif. Burung ini mendirus burung-burung pantai di area pantai berlumpur sambil terbang untuk mengidentifikasi kelamahan, dapat menyerang pemangsa yang lebih besar seperti elang-laut dada-putih untuk mencuri makanan. Burung pemangsa ini memakan tangkapannya saat terbang untuk menghindari pencurian.

Reproduksi Elang Bondol

Berbiak pada musim kemarau di daerah tropis, sekitar bulan Januari-Juli di Kalimantan, Mei-Oktober di Jawa dan Sulawesi. Bentuk sarang tidak rapi, tersusun atas patahan batang, rumput, daun, rumput laut, sisa makanan dan sampah. Sarang terletak di bangunan atau percabangan pohon yang tersembunyi, 6-50 m dari permukaan tanah. Sedangkan di hutan mangrove, sarang hanya setinggi 2-8 m. Jumlah telur biasanya 2 (1-4 butir), dierami selama 28-35 hari. Anakan mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang umur 40-56 hari, menjadi dewasa mandiri setelah 2 bulan kemudian.

Baca juga ; Elang Brontok, Changeable Hawk-eagle (Spizaetus Cirrhatus)

Elang bondol dalam kebudayaan

Pada tahun 1989, elang bondol dan salak condet dijadikan sebagai maskot kota Jakarta. Hal itu bisa dilihat di kawasan Cempaka Putih. Di sana terdapat sebuah patung tegak berdiri, yakni patung “burung bondol membawa salak condet”. Di India, dianggap sebagai representasi kontemporer Garuda, burung suci Wisnu. Di Malaysia, Pulau Langkawi setelah burung (‘kawi’ menunjukkan sebuah batu seperti-oker used yang digunakan untuk menghias tembikar, dan mengarah pada warna bulu primer burung). Sebuah fabel dari tengah Pulau Bougainville menceritakan seorang ibu yang meninggalkan anaknya di bawah pohon pisang sambil berkebun, dan si bayi melayang ke langit sambil menangis dan berubah menjadi Kaa’nang, yaitu elang bondol, Dan kalungnya berubah menjadi bulu burung

Harga elang bondol

Sedangkan harga elang bondol bervariasi yang bisa anda cek di daftar harga elang, namun tetap jenis burung pemangsa ini dalam status dilindungi undang

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Elang Bondol, brahminy kite (haliastur indus) di atas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *