Elang-rawa Tutul, Spotted Harrier (Circus assimilis)

Elang-rawa Tutul, Spotted Harrier (Circus assimilis) – Elang-rawa Tutul merupakan salah satu jenis burung pemangsa alias burung predator dari keluarga Accipitridae dan Genus Circus. Jenis elang yang dikenal dengan sebutan circus assimilis dalam bahasa ilmiahnya ata spotted harrier dalam bahasa inggrisnya termasuk jenis elang ang dapat dijumpai di beberapa Indonesia khususnya daerah timur.

Ciri Fisik Elang-rawa Tutul, Spotted Harrier (Circus assimilis)

Elang-rawa Tutul, Spotted Harrier, Circus assimilis, harga elang-rawa tutul, suara elang-rawa tutul, makanan elang rawa tutul, cara melatih elang, cara merawat elang

Burung elang-rawa tutul termasuk jenis elang berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 50 sampai 61 cm. Jangkung dan langsing. Jantan berukuran lebih kecil dibanding betina. Tubuh bagian bawah berwarna abu-abu kebiruan dan merah karat dengan totol-totol putih. Kepala dan muka merah karat bergaris abu-abu, dengan tipe muka mirip dengan burung hantu. Tubuh bagian atas abu-abu. Ekor ber-strip gelap dengan ujung ekor putih. Kaki dan ekor relatif panjang. Iris kuning pucat, sera kuning pucat, kaki hitam.

Baca juga : 10 Cara Mendaftarkan Burung Dilindungi Ke BKSDA Via Online

Suara Elang-rawa tutul

Biasanya diam. Teriakan wik-wik-wik yang nyaring dan tajam, serta panggilan kikikikik… yang cepat dan diulang-ulang.

Penyebaran global

Elang rawa tutul dapat dijumpai di Australia dan Indonesia. Di Indonesia sendiri dapat dijumpai di daerah  Sulawesi, Maluku, Sumba, dan Timur. Burung penetap di Sulawesi dan Kep. Sula (Maluku), serta burung migran di Sumba dan Timur. Juga dapat ditemui di Australia.

Habitat dan Kebiasaan

Mendiami habitat savana, padang rumput dengan sedikit pohon, lahan pertanian sampai ketinggian 1000 m, secara umum menghindari daerah perairan. Seringkali terlihat sendirian atau berpasangan, kadang dalam kelompok kecil sampai 5 individu. Monogami dan memiliki teretori terbang luas. Jantan terbang tinggi mengitari daerah teretorinya, jarang terlihat terbang berpasangan. Bertengger di tempat terbuka. Satu-satunya keluarga Elang-rawa yang memiliki kebiasaan bersarang pada pohon yang masih hidup.

Makanan

Berburu dan memakan burung terestrial (gemak, pipit, bondol), tikus, reptil, dan sesekali bangkai hewan.

Baca juga : Elang Hitam, Indian Black Eagle (Ictinaetus Malaiensis)

Reproduksi

sarang burung elang, cara melatih elang, makanan elang, harga elang terbaru

Musim berbiak pada bulan Juli-Desember, tetapi waktu bersarang dapat terjadi kapan saja tergantung curah hujan dan ketersediaan pakan. Telur 2-4 (biasanya 3) yang dierami 32-34 hari. Anakan mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang setelah 36-43 hari. Anakan menjadi dewasa dan masuk usia masak kawin setelah 2 tahun. Sarang tersusun atas ranting dan dedaunan pohon, lebar sarang 40-70 cm. Sarang biasanya diletakkan pada pohon yang masih hidup (ciri khas genus circus) 2-15 m di atas permukaan tanah.

Status

Burung elang-rawa tutul termasuk jenis burung dengan status Resiko Rendah (LC) dalam Daftar merah IUCN. Sehingga burung elang ini termasuk jenis burung dilindungi dengan status Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu. Perlindungan: PP No. 7/1999

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Ciri Fisik Elang-rawa Tutul, Spotted Harrier (Circus assimilis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *