Gelatik Jawa, Java Sparrow (Lonchura oryzivora)

Gelatik Jawa, Java Sparrow (Lonchura oryzivora) – Burung Gelatik Jawa merupakan salah satu jenis burung kicau dari keluarga Estrildidae dan Genus Lonchura. Burung yang dikenal dengan sebutan Lonchura oryzivora dalam bahasa ilmiahnya atau Java Sparrow dalam bahasa inggrisnya juga dikenal dengan sebutan gelatik belong oleh para pecinta burung kicau Indonesia.

Adanya catatan dan lukisan bertema Gelatik Jawa pada era Dinasti Ming di China dan era Meiji (abad 17) di Jepang menunjukkan bahwa burung ini telah menjadi satwa peliharaan yang populer sejak berabad-abad silam. Antara tahun 1965-1975, Gelatik Jawa menjadi salah satu burung Impor paling populer di Amerika Serikat sebelum akhirnya dinyatakan sebagai satwa terlarang di negeri Paman Sam karena dianggap berpotensi menjadi hama bagi tanaman pertanian setempat.

Saat ini populasi Gelatik Jawa di daerah asalnya sudah sangat sulit ditemukan akibat menyusutnya lahan pertanian, perburuan, penggunaan pestisida dan hilangnya area bersarang.

Burung gelatik jawa tergolong jenis burung berukuran kecil dengan panjang tubuh sekitar 15 sampai 17 cm, lebih besar dari ukuran rata-rata burung Bondol yang berkisar antara 9-12 cm. Kepala hingga tengkuk dan tenggorokan berwarna hitam pekat kontras dengan pipinya yang putih bersih. Tubuh bagian atas dan dada berwarna abu-abu dengan warna perut coklat keabu-abuan atau pink. Bagian panggul hingga ekor bagian atas berwarna hitam.

Pangkal ekor, bulu penutup ekor bagian bawah dan paha berwarna putih atau pink terang. Kaki berwarna merah jambu. Gelatik Jawa juga memiliki lingkar mata yang tipis berwarna merah dengan paruh pendek meruncing yang tebal berwarna merah jingga pada pangkalnya dan merah jambu pada ujungnya. Jantan dan betina memiliki warna serupa.

Burung muda lebih suram didominasi oleh warna abu-abu hitam kecoklatan pada bagian atas. Tubuh bagian bawah berwarna serupa namun lebih terang. Kaki berwarna merah jambu. Paruh berwarna hitam dengan dasar merah muda yag terlihat lebih jelas di bagian pangkal paruhnya.

Sebaran:

Gelatik Jawa termasuk burung endemik Indonesia yang memiliki sebaran alami terbatas di pulau Jawa, Bali dan Madura. Burung ini kemudian diintroduksi ke berbagai negara di dunia. Di Sumatera dan Kalimantan, populasi Gelatik introduksi dilaporkan terpencar-pencar dalam area terbatas. Namun, Gelatik introduksi atau feral tersebar luas di Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku dan Nusa Tenggara. Populasi di Maluku Utara dan Papua belum pernah dilaporkan.

Suara Gelatik Jawa

Serupa dengan kebiasaan burung Bondol, Gelatik Jawa juga suka berkelompok, terbang cepat berpindah-pindah dari satu rumpun padi ke rumpun yang lain dengan mengeluarkan suara panggilan berupa chip, dan kicauannya adalah serangkaian suara gelatik jawa terdengar chip…chip..chip…chip…. yang cepat.

Baca juga : Bondol-Hijau Triwarna, Tricoloured Parrotfinch (Erythrura Tricolor)

Habitat dan Kebiasaan

Sebagaimana jenis burung Bondol pada umumnya, Gelatik Jawa menyukai habitat terbuka, terutama di sekitar area persawahan atau tegalan. Burung ini juga menyukai lahan budidaya bersemak terbuka, tepi jalan, tepian hutan terbuka dengan pohon yang telah ditebang, padang rumput, lapangan terbuka bervegetasi dan kebun.

Makanan

Makanan burung Gelatik terdiri dari biji-bijian terutama bulir padi, biji rumput-rumputan juga buah-buahan dan serangga.

Reproduksi

sarang burung bondo, anakan bondol jantan dan betina, harga burung bondol

Berbiak sepanjang tahun. Sarang berbentuk bola atau botol dibangun dari rerumputan, diletakkan tersembunyi di antara daun-daun dan ranting. Kadang-kadang burung Gelatik bersarang di celah-celah batu bangunan Candi, rumah atau bangunan lainnya. Telur berwarna putih sebanyak 4-6 butir dan akan menetas setelah dierami kedua induknya selama sekitar 14 hari.

Status

Bersama Bondol Arfak Lonchura vana, Gelatik Jawa termasuk jenis Bondol yang tercantum dalam lampiran Peraturan Menteri KLHK No 106 Tahun 2018 sebagai spesies avifauna yang dilindungi Undang-Undang. Populasi burung ini semakin sulit ditemukan di daerah sebaran alaminya sehingga oleh IUCN dikategorikan terancam punah (Endangered). Gelatik Jawa juga termasuk dalam daftar lampiran Appendix II CITES. Populasi Gelatik Jawa terus menurun akibat perburuan dan berkurangnya habitat.

Referensi

Coates, B.J. & Bishop, K.D. 2000. Panduan Lapangan Burung – Burung di Kawasan Wallaceae. Penerbit Bird Life Indonesia. Bogor.

Del Hoyo, J., Elliott, A., Sargatal, J., Christie, D.A. and de Juana, E. 2019. Handbook of The Birds of The World Alive. Lynx Edicions. Barcelona.

MacKinnon, J.K., Phillipps, K. & Ballen, B.V. 2010. Seri Panduan Lapangan Burung – Burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi – LIPI. Bogor.

BirdLife International. 2018. Lonchura oryzivora. The IUCN Red List of Threatened Species 2018: e.T22719912A131809903. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2018. 2.RLTS.T22719912A131809903.en. Downloaded on 11 November 2020.

Bagaimana cara membedakan gelatik jawa jantan dan betina?

Gelatik Jawa, Java Sparrow (Lonchura oryzivora) 1

Burung gelatik belong atau gelatik jawa tergolong jenis burung monomorfik dimana gelatik jawa jantan dan betina sulit dibedakan jenis kelaminnya kalau menurut bentuk tubuh. Oleh karena itu banyak pemula yang bingung untuk mengetahui perbedaan gelatik jawa jantan dan betina. membedakan gelatik belong jantan dan juga betina. Walaupun begitu ada banyak sekali petunjuk yang sanggup dipakai untuk membedakan gelatik jawa jantan dan betina bisa diketahui dari ciri fisik dan suaranya seperti di bawah ini :

Baca juga : Burung Gereja Erasia, Eurasian tree sparrow (Passer montanus)

Ciri Fisik Burung Gelatik Belong Jantan

  • Mulai dari bentuk paruhnya, untuk gelatik belong atau gelatik jawa jantan ini mempunyai warna paruh yang lebih tajam dan juga matang. Jika dibandingkan dengan warna paruh burung betina yang terlihat pucat. Selain itu, bentuk paruh burung gelatik belong jantan lebih tebal dan penggalan atasnya tampak lebih bulat.
  • Selain dari warna paruh kita sanggup melihat perbedaan fisik gelatik jawa jantan menurut warna lingkar merah di penggalan mata. Gelatik jantan mempunyai lingkar merah lebih matang dan untuk gelatik betina lingkar merah dibagian matanya pucat atau kurang tajam.
  • Dalam membedakan jenis kelamin gelatik belong betina dan juga jantan dari segi fisiknya memang gampang-gampang susah. Sebab burung ini mempunyai bentuk fisik yang sangat ibarat dan sulit dibedakan. Tetapi untuk mengetahui perbedaannya akan lebih valid kalau memakai patokan bunyi yang dikeluarkan oleh burung tersebut.

Suara Burung Gelatik Belong Jantan

  • Jika kita lihat dari bunyi burung gelatik jawa jantan dan betina ternyata kita sanggup mengetahui perbedaannya. Burung jantan secara alami punya bunyi bervariasi dan dia akan bersiul lebih sering. Sementara itu untuk burung betina hanya sanggup berbunyi tik-tik-tik saja tanpa ada variasi bunyi yang lainnya.
  • Selain itu ketika kita amati burung jantan dan betina ini maka kita sering menjumpai burung gelatik jantan bersiul sambil melompat lompat kecil. Dan itu sering dinamakan sebagai mating dance.
  • Sementara itu, burung gelatik betina biasanya hanya membisu dan memutar-mutar ekornya. Jika telah terbukti demikian, maka artinya kita telah menerima sepasang burung gelatik belong yang sanggup dilanjutkan ke proses perjodohan.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Ciri Fisik Gelatik Jawa, Java Sparrow (Lonchura oryzivora)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *