Jalak Rio, Grosbeak Starling (Scissirostrum Dubium)

Jalak Rio, Grosbeak starling (Scissirostrum dubium) – Jalak ini merupakan salah satu jenis burung kicau dari keluarga Sturnidae selain jalak hitam, jalak suren dan jalak nias namun jalak rio berada di genus Scissirostrum. Burung yang memiliki bahasa ilmiah Scissirostrum dubium atau Grosbeak starling (grosbeak myna, finch-billed myna, atau scissor-billed starling) ini juga dikenal dengan sebutan jalak tunggir merah dan jalak rio-rio.

Pada umumnya jenis dari burung jalak ini termasuk dari salah satu dari jenis burung kicau yang telah banyak di pelihara dengan tujuan untuk di jadikan sebagai masteran burung kicau yang lainnya. Misalnya seperti burung Murai Batu, burung Kacer, Tledekan, cica daun, cendet, dan lain sebagainya.

Suara atau kicauan yang dihasilkan oleh burung jalak tunggir merah ini terdengar sangat monoton dan juga berulang – ulang serta juga panjang. Oleh karena itu, tentunya sangatlah cocok burung ini untuk dijadikan sebagai masteran burung kicau lainnya. Untuk jenis dari burung jalak rio-rio jika kita saksikan atau diperhatikan sekilas hampir serupa dengan burung Jalak Kebo.

Ini disebabkan burung ini memiliki warna bulu pada tubuhnya banyak didominasi oleh warna gelap yaitu warna hitam, sedangkan untuk paruh dan bagian kakinya memiliki warna kuning. Namun yang membedakan burung jalak jenis ini pada bagian bulu rawis yang ada di atas ekornya dengan warna merah dan bentuk paruhnya juga sedikit besar.

Seperti Apa Ciri-ciri Jalak Rio, Grosbeak Starling (Scissirostrum Dubium)?

jalak rio-rio, jalak tunggir-merah, grosbeak starling, scissirostrum dubium, suara jalak rio-rio, jalak rio-rio jantan dan betina, perawatan harian jalak rio-rio

Ukuran tubuh dari burung jalak jenis ini adalah sedang, dengan panjang kurang lebih 20,5 cm dengan berat sekitar 50 gram. Warna bulu dari burung jalak Rio ini abu-abu gelap atau abu-abu tua, dengan bagian sayap burung ini berwarna lebih kegelapan. Sedangkan untuk bulu–bulu pada bagian tunggir ataupun pada bagian tungging atau pantat merah ataupun oranye kemerahan.

Baca juga : Jalak Nias, Common Myna (Acridotheres tristis)

Paruhnya juga tebal, dengan warna jingga sedikit pucat, dengan memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan spesies jalak yang lainnya. jalak rio-rio termasuk salah satu burung yang cepat serta dikenal pintar dalam menirukan suara burung kicauan lain.

Baca juga : Cara membedakan kelamin Jalak Nias, Kerak Ungu

Pesebaran

Burung jalak rio termasuk jenis burung endemik Indonesia yang banyak ditemukan di Kepulauan Banggai, Kepulauan Togean, Pulau Lembeh dan Pulau Bangka di Sulawesi alias salah satu jenis burung endemik Indonesia. Habitat aslinya antara lain adalah di :

  • Kepulauan Banggai (Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah)
  • Pulau Butung (Sulawesi Tenggara)
  • Kepulauan Togean (Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah)
  • Pulau Bangka (Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara).
  • Pulau Lembeh (secara administratif masuk Kota Bitung, Sulawesi Utara)

Habitat dan Kebiasaan

Di alam liar biasanya burung Jalak rio  mendiami dataran rendah sampai area pegunungan dengan ketinggian mencapai 1000 meter di atas permukaan laut. Selain itu, jenis hutan yang menjadi tempat tinggalnya berada di sekitaran pinggiran hutan, hutan sekunder, dan hutan rawa.

Habitat yang mereka sukai adalah daerah dataran rendah tropis dan sebagian kecil dataran subtropis atau daerah berhutan ringan dan lahan basah. Baik secara kelompok besan maupun kecil, terkadang juga individu.

Suara Jalak Rio-Rio

Jalak Tunggir Merah memiliki volume yang agak tinggi dan nyaring sehingga terdengar lumayan melengking. Tempo kicauan juga tergolong cukup rapat yang seperti suara crecetan. Selain itu, nada kicauannya terdengar cukup tajam dengan suara tembakan melengking dan penuh irama. Untuk itu dikatakan bahwa jenis kicauan burung Jalak Tunggir Merah memang tepat dipakai sebagai suara masteran bagi burung ocehan Anda di rumah.

Makanan

Burung jalak rio termasuk jenis burung pemakasan buah, biji-bijian sampai dengan serangga.

Reproduksi

Jalak rio ketika musim kawin tiba sekitar bulan mei, mereka akan membangun sarang di rongga batang pohon yang lapuk yang terletak sekitar 10 meter dari permukaan tanah. Setiap sarang dilapisi dengan rumput dan daun kering, kadang-kadang dengan beberapa daun hijau ditambahkan. Kopling rata-rata terdiri dari 2 butir telur yang warna biru pucat dengan bintik kekuningan dan coklat atau bercak kemerahan.

Baca juga ; Cendet Macan, Tiger Shrike (Lanius Tigrinus)

Indukan Jalak tunggir-merah saling berganti untuk mengerami telur sekitara 13 – 14 hari, dan bersama-sama membesarkan anak jalak rio sampai berumur sekitar 21 – 23 hari.

Bagaimana Cara Membedakan Jalak Rio Jantan dan Betina?

Cara yang paling mudah untuk membedakan jalak rio jantan dan betina adalah dengan melihat warna bulu pada bagian tunggir atau bagian tungging, atau biasnya juga sering disebut dengan bagian pantat. Yang berbatasan dengan pangkal bulu bagian ekor. Tunggir atau pantat dengan warna merah ini menandakan bahwa burung jalak tunggir-merah ini berjenis kelamin jantan.

Sedangkan bagian tunggir yang memiliki warna oranye sedikit kemerahan menandakan jika burung jalak ini berjenis kelamin betina. Sama seperti halnya pada keluarga burung jalak yang lainnya, burung jalak rio-rio jantan ataupun betina sama-sama dapat berbunyi, bahkan bisa berbunyi dengan bervariasi.

Apa Keistimewaan Burung Jalak Rio?

Yang sudah diketahui oleh para pecinta burung kicauan, burung jalak rio ini biasanya dipelihara tujuannya tidak hanya untuk peliharaan saja, akan tetapi juga digunakan sebagai burung masteran. Burung ini juga sudah dikenal begitu gampang adaptasi dengan lingkungan serta mudah berubah jadi lebih jinak.

Tidak hanya itu saja, suara burung jalak jenis ini yang begitu melengking dan juga mirip tembakan cililin pun akan menggoda para pecinta burung kicauan dan pastinya ingin memeliharanya sebagai burung masteran.

Keistimewaan dari burung jalak tunggir merah yang lainnya antara lain yaitu gaya berkicaunya yang terdengar begitu khas. Apalagi jika memelihara burung ini 2 ekor atau lebih di rumah anda. Dan di waktu berjumpa dengan teman sejenisnya atau bertemu dengan pasangannya, burung jalak rio-rio dengan jenis kelamin jantan akan mengangkat kepala dan juga akan mengangkat bagian ekornya ke atas.

Kesimpulan

Jadi, dengan keistimewaan jalak tunggir-merah ini seperti yang di ulas dibahas di atas, sangat tidak mengherankan jika beberapa kicau mania tertarik untuk merawat burung jalak ini untuk dijadikan burung masteran burung kicau lainnya

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga beramnfaat dan menambah wawasan anda tentang Jalak Rio, Grosbeak Starling (Scissirostrum Dubium)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *