Memahami 6 Karakteristik Genetik Lovebird

Memahami Karakteristik Genetik Lovebird – Genetika (kata serapan dari bahasa Belanda: genetica, adaptasi dari bahasa Inggris: genetics, dibentuk dari kata bahasa Yunani: γέννω, genno yang berarti “melahirkan”) adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat gen pada organisme maupun suborganisme. Secara singkat dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen dan segala aspeknya. Istilah “genetika” diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906.

Dalam kaitannya dengan genetika, DNA memiliki peran yang amat penting. DNA adalah bahan genetik mendasar yang mengontrol sifat-sifat makhluk hidup, tereskpresikan dalam bentuk polipeptida, meskipun tidak seluruhnya adalah protein (dapat diekspresikan sebagai RNA yang memiliki reaksi katalitik, seperti SNRPs).

Francis Crick menjelaskan aliran informasi yang dibawa oleh DNA dalam rangkaian The Central Dogma, yang berbunyi Aliran informasi DNA dapat diterukan ke sel-sel maupun individu lainnya dengan replikasi, dapat diekspresikan menjadi suatu sinyal perantara dalam bentuk RNA, yang kemudian dapat ditranslasikan menjadi polipeptida, unit pembangun suatu fenotipe dari organisme yang ada.

Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah subselular (molekular) hingga populasi. Secara lebih rinci, genetika berusaha menjelaskan:

  • material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik),
  • bagaimana informasi itu diekspresikan (ekspresi genetik), dan
  • bagaimana informasi itu dipindahkan dari satu individu ke individu yang lain (pewarisan genetik).

Hal tersebut juga berlaku pada hewan. Salah satunya adalah genetik lovebird. Burung lovebird atau burung cinta adalah burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial yang sama-sama memiliki paruh bengkok seperti elang, alap-alap, kakatua dan lainnya yang ada di indonesia. Nama burung cinta atau lovebird berasal dari kelakuannya yang umum diamati, dimana sepasang burung lovebird akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain dan memeiliki sifat monogami di alam bebas. Sedangkan di indonesia sendiri burung lovebird dikenal sejak tahun 1995 dan harganya pun tergolong murah dibandingkan dengan lovebird sekarang.

Dimana untuk harga sepasang lovebird sekarang bisa mencapai ratusan juta rupiah bahkan ada yang mencapai milyar rupiah. Namun melambungnya harga lovebird tidak lepas dari hasil mutasi genetik lovebird itu sendiri. Dibawah ini kami akan sedikit menjabarkan tentang karakteristik genetik lovebird dan contoh cara menyilangkan lovebird sehingga hasil mutasi genetik lovebird sesuai yang diharapkan meskipun tidak 100%

Karakteristik Genetik Lovebird

karakter genetik, split biola, mencetak biola, lovebird biola, mutasi lovebird biola, harga lovebird, lovebird biola fischeri, lovebird pale fallow

GREEN

Ijo atau green ini adalah warna dasar genetik lovebird dialam (warna nenek moyang bawaan lovebir), warna lovebird dialam dan pada umumnya. Green atau ijo ini bersifat dominan. Untuk mengeluarkan anakan warna green ini cukup menggunakan salah satu indukan saja karena sifatnya dominan jadi langsung bisa muncul green, misal ijo x biru anakan 100% keluar ijo (catatan indukan murni).

Green dikenal juga sebagai paruh merah dan setau saja green ini ga ada split (maksudnya tidak ada split green), mohon koreksi

BLUE

Biru, blue series, paruh putih warna dasar kedua. Sifatnya resesif (lebih lemah) jika dibanding green. Untuk menghasilkan blue series diperlukan genentik lovebird warna blue di kedua indukannya. Bisa keduanya blue, bisa keduanya split blue, atau blue x split blue yang penting kedua indukan ada gen bluenya. Blue ada split, biasanya pada paruh merah atau green series splitnya

Baca juga : Rahasia lovebird agar rajin ngekek dan panjang

PARBLUE

cara mencetak lovebird blue turqoise, mutasi blue aqua, mencetak biola blue aqua, opaline aqua turqoise, cara mencetak pale fallow blue aqua, lovebird fallow aqua turqoise
Parblue salah satu warna mutasi genetik lovebird, parblue adalah resesif dari blue, parblue sifatnya seperti blue perlu kedua indukan memiliki gen PB dan atau (salah satu wajib gen PB) Blue.
Bisa pb x pb, bisa pb x blue, bisa /pb x blue, bisa /pb x /pb, /pb x /blue, pb x /blue, dll. Parblue ada splitnya, splitnya ada di paruh merah, karena secara teori tidak ada paruh putih yang split PB meskipun banyak peternak yang mengkalim bahwa genetik lovebird paruh putih split pb.

Tapi bukan berarti genetik lovebird paruh putih x paruh putih tidak dapat menghasilkan keturunan PB. Karena hal itu ada beberapa kemungkinan salah satunya paruh putih yang bisa mengeluarkan parblue sebenarnya merupakan parblue tetapi karena kehilangan pigmen kuning (Psittacine) sehingga warna bulu kuning dan paruh orange tidak tampak dan menjadi warna Blue Series (bisa) dan mempunyai potensi mencetak Parblue kembali jika disilang dengan bisa. Biasanya disebut possible Parblue atau disebut broken parblue.

EUWING

Untuk genetik lovebid Euwing = Eumelanin Wing (tidak sempurnanya proses pigmentasi pada sayap) yang menyebabkan warna sayap jadi gelap dari warna normalnya, jika dilihat dari punggung membentuk huruf V apalagi kalau euwing DF (double factor). Bersifat Incomplete Dominant dan tidak ada split euwing. Tapi ini non wing x non wing bisa keluar wing, mungkin ini seperti PB sebenarnya wing tapi ga keliatan, misal pastel wing dll. Jadi untuk menghasilkan euwing perlu salah satu induknya ada genetik wingnya.

OPALINE/BIOLA

karakter genetik, split biola, mencetak biola, lovebird biola, mutasi lovebird biola, harga lovebird, lovebird biola fischeri, lovebird pale fallow
Spil Biola bisa juga terdapat di GS splitnya, Split biola hanya terdapat di jantan karena opaline atau biola ini sex linked, atau bergantung pada kelamin.

Baca juga : Ciri-ciri lovebird biola dan mutasi lovebird biola

Pale Fallow

Mutasi Fallow ini sama dengan jenis mutasi warna yang lainnya yang menghasilkan ciri khas warna secara visual. Selain itu mutasi warna fallow juga mendapatkan anakan yang normal dan tidak cacat. Namun salah satu tingkah laku lovebird ini adalah sangat sensitif terhadap sinar matahari, jadi jenis fallow tidak kuat lama jika terkena sinar matahari langsung hal ini berbeda dengan jenis mutasi warna lovebird yang lainnya

Baca juga : Racikan pakan lovebird agar rajin ngekek dan panjang

Itulah beberapa jenis karakter genetik lovebird yang dapat dipahami dan semoga menjadi tambahan ilmu dalam beternak lovebird atau untuk lomba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *