Rajawali Papua, Papuan Eagle (Harpyopsis Novaeguineae)

Rajawali Papua, Papuan Eagle (Harpyopsis novaeguineae)Rajawali papua atau yang juga dikenal dengan elang papua merupakan salah satu jenis burung dari keluarga Accipitridae dan Genus Harpyopsis. Elang papua merupakan satu-satunya elang yang berada di Indonesia dari yang satu kelompok di keluarga harpiinae dari 3 jenis elang yang ada yaitu elang jambul dan elang harpy, dimana semuanya berada di daratan pulau amerika. Rajawali papua memiliki setidaknya 3 nama yang di indonesia selain nama elang papua yaitu Elang Irian dan Rajawali Papua dengan nama ilmiahnya Harpyopsis novaeguineae. Jika elang papua hanya memiliki 3 sebutan di Indonesia, berbeda halnya dengan bahasa inggris yaitu Kapul Eagle, New Guinea Eagle, New Guinea Harpy Eagle, Papuan Eagle, Papuan Harpy Eagle

Ciri-ciri Rajawali Papua, Papuan Eagle (Harpyopsis Novaeguineae)

rajawali papua, papuan eagle, harpyopsis novaeguineae, elang papua, elang terbesar indonesia, harga burung rajawali, cara melatih elang papua

Rajawali papua termasuk jenis elang berukuran besar dengan panjang tubuh sekitar 75 sampai 90 cm,  berat tubuh 1600 sampai 2400 gram dengan rentang sayap sekitar 157 cm. Pada umumnya ukuran dan berat tubuh rajawali papua betina lebih besar dari yang jantan. Bagian atas berwarna coklat keabu-abuan, dada bagian atas berwarna coklat pucat, sayap lebar tiga band, paruh kuat, iris besar. Dibagian ekor, rajawali papua mirip dengan elang laut perut putih yang sama-sama berekor pendek dan bulunya mirip dengan elang ekor panjang namun lebih kecil dari Doria’s goshawk. Rajawali papua atau papuan memiliki kaki yang panjang dan kuat.

Baca juga : Macam-macam jenis elang

Habitat dan Kebiasaan

Rajawali papua umumnya mendiami hutan terkadang dapat dijumpai di sabana dan semak belukar.  yang tanpa terganggu atau dengan ketinggian 3.700 m dari permukaan laut dimana elang ini endemik daerah papua dan papua nugini. Terbang di batas atau di bawah pepohonan, bertengger di hutan bagian dalam. Mendeteksi mangsa berupa mamalia besar berdasarkan suara yang kemudian ditangkap dari tanah atau di gali dengan cakarnya dari lubang pohon. Paling sering mendatangi bangkai atau sumber bau busuk lainnya. Terbang rendah di atas kanopi atau melalui hutan, jarang melewati daerah terbuka, dan bertengger di tungkai dalam kanopi baik secara individu maupun berpasangan

Makanan Rajawali Papua

Makanan elang papua pada umumnya memakan jenis mamalia seperti possum, kuskus, walabi, kanguru pohon, anjing, babi, anjing, dan kadang-kadang mengambil burung, kadal dan ular, dan tikus raksasa. Rajawali papua mengejar mangsanya dengan berlari dan melompat di tanah, atau melompat di atas cabang dan batang. Sebuah insiden yang diakui salah satu dari elang-elang ini menyerang dan membawa seorang anak ke cabang pohon namun hal masih meragukan kebenarannya (Majnep dan Bulmer 1977). Selain kebiasannya berburu mangsanya pada siang hari, papuan eagle terkadang berburu pada malam hari

Baca juga ; Elang Hitam, Indian Black Eagle (Ictinaetus Malaiensis)

Suara Rajawali Papua

Anda “uumpph!” Atau “okh!” stakato rendah yang tidak tetap, bernada cegukan seperti suara busur yang dilepaskan dari panah; kadang disertai dengan “buk” yang diulang-ulang, seperti suara ayam tetapi lebih kuat dan rendah. Pada senja hari sering terdengar suara bersahutan dan sambung-menyambung seperti suara Bubut Pini, tetapi lebih berirama dalam rangkaian nada yang menurun. Terkadang elang papua juga bersuara pada malam hari

Reproduksi Rajawali Papua

Ketika musim kawin elang papua tiba, pada umumnya mereka kawin dari akhir musim penghujan sampai musim kemarau atau sekitar bulan april sampai agustus. rajawali papua menggunakan sarang yang terbuat dari ranting pohon dan dedaunan dengan ketinngian sekitar minimal 20 m dari permukaan tanah dengan 1 telur dengan sarang yang sama tiap 2 tahun atau lebih seperti halnya elang lain yang berukuran besar seperti elang harpy dan elang filipina.

Baca juga : Istilah dalam dunia falconry

Populasi elang papua

Rajawali Papua secara luas didistribusikan di Papua Indonesia dan Papua Nugini. Ferguson-Lees dan Christie (2001) memperkirakan sementara populasi global pada awal musim kawin dari 1.000 hingga 10.000 ekor, meskipun mereka menduga bahwa itu mungkin hanya berada di bawah hingga pertengahan ribu. BirdLife International (2009) memperkirakan total populasi elang dewasa sekitar 2.500 hingga 9.999 ekor. Namun sekarang tidak ada data mengenai wilayah atau total populasi secara pasti, karena hal ini juga dipengaruhi dari kepadatan penduduku di suatu daerah dengan status sekarang rentan dari kepunahan. Namun meski begitu elang ini terus diburu karena harga elang papua tergolong cukup tinggi

Kesimpulan

Meskipun data tentang polasi dari elang ini cukup banyak, namun yang perlu diingat adalah tahun pencatatan yaitu 2009. Data tersebut tidak menutup kemungkinan mengalami penurunan yang signifikan akibat perburuan liar untuk diperjual belikan dengan harga burung elang ini cukup tinggi

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Rajawali Papua, Papuan Eagle (Harpyopsis novaeguineae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *